Sunday, May 10, 2009

Sumatera Utara Aikikai Kembali Datangkan Pelatih Aikido Asal Jepang

Medan, (Analisa)

Pusat Perguruan Seni Beladiri Aikido, Sumatera Utara Aikikai kembali mendatangkan pelatih dari Jepang dalam rangkaian pelatihan intensif yang digelar pada 9-10 Mei di Fudooshin Dojo di Gedung BM3 Jalan Adinegoro Medan.

“Untuk keempat kalinya Shunichiro Koyanagi (Dan 5) datang ke Medan sejak bergabungnya Sumatera Utara Aikikai ke Aikido Kobayashi Dojo-Jepang pada tahun 2005,” ujar Sekjen Sumatera Utara Aikikai, Dharma Adly di Medan, Kamis (7/5).

Menurutnya, selain latihan intensif juga digelar ujian kenaikan tingkat sabuk hitam.

Pelatihan tersebut diikuti 49 aikidoka dari 6 dojo binaan yaitu Fudooshin Dojo (Gedung BM3 Jalan Adinegoro ), Andro Dojo (Jalan Setiabudi), FK-USU Medan dan PLN Sibolga Aikido Club serta beberapa aikidoka dari Pekan Baru, Semarang dan Jakarta.

Program Intensif Training merupakan kegiatan tahunan yang telah diselenggarakan sejak 1998 dengan mendatangkan pelatih asing dari berbagai aliran. Namun baru 2005, sejak mendapat technical support dari Aikido Kobayashi Dojo dapat menyelenggarakan kegiatan secara periodik.

“Kegiatan ini sudah merupakan komitmen kami untuk membantu Sensei Azantaro mengembangkan Aikido dan menjadikan Sumatera Utara Aikikai sebagai barometer perkembangan aikido di Indonesia,” papar Adhi Dharma Adly.

Di tempat terpisah, Sensei Safridoli Tampubolon yang telah berulang kali mengikuti pelatihan di Jakarta menyebutkan, pelatihan ini berbeda dengan yang pernah diikutinya.

Program ini lebih intensif sehingga materi yang diterima lebih banyak bahkan beberapa materi seperti teknik ken (pedang) dan jo (toya) hanya bisa didapat dari Aikido Kobayashi Dojo.

Seperti yang diketahui, seni beladiri aikido di Sumatera Utara dimulai pada akhir 1998 dan dikembangkan Azantaro Sensei. Sampai saat ini sudah berdiri sebanyak enam dojo yang berlokasi di Kota Medan (5 dojo) dan Sibolga (1).

Dalam perjalanan, pada 2005, Sumatera Utara Aikikai Berafiliasi ke Aikido Kobayashi Doj0 yang berkedudukan di Jepang. Sumatera Utara Aikikai mendapat ‘technical support” berupa latihan intensif dan ujian kenaikan tingkat DAN (sabuk hitam) setiap tahun dengan pelatih yang di kirim dari Aikido Kobayashi Dojo. (rel/td)

Disalin ulang dari harian Analisa

UCAPAN SELAMAT KEPADA PENIEL B BUTARBUTAR

Selamat kepada bung Peniel B ButarButar yang telah mencapai Dan I, dan terus melatih di Fudhooshin Dojo Medan di bawah bimbingan Sensei Azantaro, semoga kegiatan Aikido di Medan terutama di bawah asuhan Sensei Azantaro dapat menjadi barometer aikido di Sumut.

Sunday, September 23, 2007

Susah masuk Ke Accound

Hari ini sulit mengakses blog sendiri, mungkin lagi puasa ya kali.

Masuk blog sekarang harus melalui accound google, kebetulan blog gue belon ada accoundnya.

Wednesday, September 19, 2007

UJIAN KENAIKAN TINGKAT

Ujian kenaikan tingkat yang dilaksanakan oleh Pengurus Aikikai Sumatera Utara pada tanggal 3 September 2007 kemarin berlangsung sukses. Sensei Azantaro ikut menguji para aikideshi untuk kenaikan sabuk coklat (kyu 3) sementara sensei safri doli menguji para siswa non kyu, kyu 5 dan kyu 4. Sukses selalu untuk para siswa yang telah naik semoga tetap rajin latihan.

Thursday, March 15, 2007

UJIAN SABUK HITAM

Sumatera Utara Aikikai Bertekad Jadikan Medan Barometer Perkembangan Aikido di Indonesia Gelar Ujian Sabuk Hitam Pertama pada 16-20 Februari


Medan, (Analisa)


Sumatera Utara Aikikai sebagai Pusat Perguruan Seni Beladiri Aikido di Sumut akan menggelar ujian kenaikan sabuk hitam pertamakalinya yang dilaksanakan pada 16-20 Februari mendatang di Gedung BM-3 Jalan Adinegoro Medan.


Ujian kenaikan sabuk hitam itu dirangkai dengan latihan intensif dengan mendatangkan pelatih dari Jepang Shunichiro Koyanagi (DAN 5) yang merupakan pelatih aikido dari Kobayashi Dojo Jepang.


Kunjungan ini untuk kedua kalinya dan merupakan kunjungan rutin dua kali setahun semenjak bergabungnya Sumatera Utara Aikikai dengan Aikido Kobayashi Dojo (Jepang).


Pelatihan intensif ini nantinya diikuti aikidoka dari enam dojo yang ada di Sumatera Utara yaitu Fudooshin Dojo (Gedung BM-3, Jalan Adinegoro), Andro Dojo (Jalan Setiabudi 4C), FK-USU Dojo, FK-UISU Dojo, PLN Belawan Aikido Club dan Sugyosha Dojo (Sibolga). Selain itu pelatihan tersebut juga diikuti aikidoka Pekan Baru, NAD dan Jakarta.


Materi pelatihan natinya bukan hanya mempelajari teknik tangan kosong, tetapi juga menyempurnakan teknik pedang (iaido) dan teknik toya (jodo) yang telah dipelajari para aikido tingkat kyu 3 keatas selama dua tahun terakhir.


Ketua Dewan Guru Sumatera Utara Aikikai Sensei Azantaro (DAN 3) menyebutkan, latihan intensif itu merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Sumatera Utara Aikikai sejak 1998 antara lain dengan mendatangkan Joe Thambu Shihan (DAN 6) dari Australian Shudokan Aikido pada tahun 2004 dan Sensei Ferdiansyah (DAN 6) pendiri KBAI dan penyandang peringkat tertinggi di Indonesia pada 2005.


“Mengadakan kegiatan ini sudah merupakan komitmen kami membantu Sensei Azantaro dalam mengembangkan aikido,” ujar Sekjen Sumatera Utara Aikikai Adhy Dhama Adli yang didampingi para anggota dewan guru yakni Rawi Sangkar SP (Sensei Rawi), dr Dedi Dwiputra (sensei Dedi), Safridoli Tampubolon (Sensei Doll) dan para pengurus lainnya.


Kobayashi Dojo


Sumatera Utara Aikikai sendiri sebenarnya mempunyai hubungan historis dengan Kobayashi Dojo yang berdiri di Jepang sejak 1969 oleh Yasuo Kobayashi Shihan (DAN 8) yang mempelajari langsung dari Morihei Ueshiba (pencipta aikido).


Sedangkan Sense] Azantaro (DAN 3) merupakan satu dari tujuh pelatih aikido senior di Indonesia pernah mencicipi latihan dibawah bimbingan Hiroaki Kobayashi (DAN 6) selama 2,5 tahun pada periode 1989-1992.


Aliran Kobayashi Dojo sendiri secara resmi baru masuk ke Indonesia tahun 2004. Institut Aikido Indonesia (IAI) pimpinan ganamurti (DAN 3) yang menggunakan aliran in] untuk mengembangkan organisasinya.


Sampai saat ini telah terbentuk tujuh organisasi aikido yang berada di Indonesia yaitu YIA, KBAI (Keluarga Beladiri Aikido Indonesia) dan Bali Aikikai yang diakui secara langsung oleh Aikikai Foundation-Aikido World Headquarters.


Sedangkan aliran lainnya seperti IAI dan Aikido Brimob melalui organisasi lain di Jepang serta Aikido Shudokan Indonesia yang berafiliasi kepada International Yoshinkan Aikido Federation dan Tenshin Aikido Indonesia yang berafiliasi kepada Tenshin Aikido Federation di Amerika Serikat. (rel/td)

Sekilas profil Sensei Azantaro:

Sensei Azantaro lahir pada tahun 1971 di Jakarta. Pertama kali mengenal Aikido dari Ir. Mansur Idham-ayahnya. Ir Mansur Idham belajar Aikido dari SHENSUKOEN DOJO di Akita Jepang antara tahun 1964-1968 dan juga merupakan salah satu pendiri Yayasan Indonesia Aikikai (1983)



Pada tahun 1987, Sensei Azantaro lulus ujian kenaikan tingkat DAN yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh Yayasan Indonesia Aikikai dengan mendatangkan pelatih/penguji dari HOMBU DOJO-Aikido World Headquarters (Jepang). Pada tahun itu juga dia menggantikan ayahnya menjadi pelatih Aikido di Manggarai Dojo. Disamping itu juga menjadi pelatih di Bulungan Dojo (1990-1992)



Sensei Azantaro aktif mengikuti latihan intensif yang diadakan oleh Yayasan Indonesia Aikikai dengan mendatangkan Shihan dari Aikido World Headquarters (Jepang) dari tahun 1983-1992 dan periode 1998-sekarang. Selain itu Sensei Azantaro juga aktif mengikuti pelatihan dibawah bimbingan Hiroaki Kobayashi (waktu itu 3rd DAN) dari 1989-1991 pelatih dari Aikido Kobayashi Dojo Jepang.



Setelah pindah ke Medan (1992), kemudian merintis Aikido di Sumatera Utara pada tahun 1998

Instructor: Azan Taro 3rd Dan

Dojo Contact Information
Instructor: Azan Taro 3rd Dan
Style: Aikikai
Country: Indonesia
Address:
Aula BM3,Jl.Adinegoro No.1, Medan, Sumatera Utara, Indonesia

web site : http://www.aiki.web.id